11.10.2010

A-I-U-O For MK

It's been 4 months I didn't meet my girl physically.
The last time we met was in my graduation ceremony on 31 july 2010.
I do really miss her and want to see her everyday.
But this condition is not permitted us to do so.
Yes, I'm in Jakarta and she's in Malang.

If you ask me whether I'm sad or not in having long distance relationship?
The answer is yes no.
Yes, since we can not meet each other every Saturday night just like the most of happy couples on earth.
No, because we're chasing our own dreams right now.
And hoping one day we able to create our dreams in the same line.
MK
While waiting the appropriate time for our meeting,
I make some scratches for her.


A for MK
Kala hati yang berkata.
Bukan mulut atau mereka.
Bahkan akal pun tak berdaya.
Hanya hati yang berucap cinta.


I for MK
Tak pernah kuingkari janji.
Walaupun terkadang ingin rasanya berlari.
Lalu kuingat indahnya puisi.
Berisi mengenai isi hati.


U for MK
Bergulat dengan rindu.
Terus berusaha membunuh pilu.
Yakin ini hanya sekedar waktu.
Dimana yang kuinginkan hanyalah kamu.


O for MK
Sendiriku bersahabat dengan secangkir espresso.
Berpikir untuk menggapai kau hingga pluto.
Untuk kekasih yang berlambang virgo.

*Think hard to make E for MK :)

10.08.2010

Engsel Kepada Pintu

Have you ever fall in love with goods?
I believe you have and i feel the same way too.
For example I've got crused with cars or clothes.

Then I think, I never crushed with small part of any goods.
I mean I never crushed with moor of cars or button of clothes.
And suddenly I'm questioning myself how sad a moor or button in this life.

So I make a scratch entitled "Engsel kepada Pintu"

Dalam roda kehidupan, aku tak pernah ada di atas atau di bawah.
Bahkan dimana posisiku saat ini pun aku tak punya gambaran.
Mungkin mereka dapat mengeluh kepada Raja Semesta.
Namun aku hanya dapat pasrah akan segala sesuatunya.

Kala pasrah sudah menjadi sandaranku, datanglah sang cinta.
Dia terus menelanjangiku dan membuat pasrah pergi dariku,
karena pasrah terlalu lemah dan malu.
Saat ini cinta mendesakku untuk jujur,
jujur kepada satu-satunya tempat aku bersandar.

Aku tak pernah merasa bosan untuk berkata cinta padanya.
Setiap saat aku selalu berusaha agar rupaku mendukungnya.
Tak pernah lelah pula untuk menopang atau sekedar memeluknya.
Ya, dia memang pintu terhebat yang selalu aku peluk sebagai engselnya.

Musim telah berganti tanpa terhitung oleh memoriku.
Cinta selalu ada untuknya.
Namun di musim terik ini secara tiba-tiba sang galau bertamu.
Menyingkirkan cinta yang sudah habis ranumnya.

Galau menyadarkanku dari lamunan dan harap akan balas cinta dari pintu.
Tersadar...
Kini aku merasa bodoh selalu bermimpi.
Mimpi saat aku dan pintu dapat menjadi sepasang kekasih legendaris.

Pintu terlalu sibuk untuk menerima jamuan dari tangan-tangan indah.
Juga pujian akan kecantikannya.
Sedangkan aku selalu menjadi bagian yang tak terlihat.

Aku memang hanya sebuah engsel yang berperan sebagai pendukung.
Pendukung sang pintu.
Memang sebuah engsel hanya dapat mencinta tanpa pernah dicinta.

-10:04 AM 7 Okt 2010-

8.21.2010

More Positive and Less Negative, Please..

It's too bad that Harmoni SCTV is over.
Well it becomes trending topic in twitter,
Almost all the people are really sad with the fact that there's no more Harmoni SCTV.
The show is really great I think with the arrangement from Andi Rianto.
He likes a magician in music.!

In the middle of the show, he told that Elfa's singers and Sandi Sandoro will sing SBY's songs.
Then there's a video which Mr. Number 1 give his speech.
I admit the video is pretty long.
Then...

There are a lot of negative opinions towards Mr. President.
I really didn't understand with their thoughts.
They act as if they were good composer.
Some of them act as if they can be better from SBY.

I am questioning on myself..
Is it so hard to have positive thinking of people deeds?
Maybe there is an old aphorism that i really remember:

"Gajah di pelupuk tidak terlihat, semut di seberang lautan terlihat"

Mm, ga ada ruginya kan buat ngeliat diri kita sendiri dulu sebelum ngasih kritik ke orang lain?

8.18.2010

Dedicated to Dwi Siti Aisyah

Gw inget banget tanggal 8 Agustus 2010 sekitar jam 4 sore. Saat itu gw lagi di kamar nyokap mau pergi ke bazarnya salah satu sahabat gw yang agak ga normal (karena dia jualan mie ayam + ikut lomba karaoke yang lawannya ibu2x di bazar itu, dan dia juara 1. Hehe). Namanya Bagus Sangadji, dia sahabat gw dari smp dan kakaknya dia adalah temennya kakak gw. What a coincidence. Gw ngajakin nyokap dan Kakak gw (Mbak Reni) buat ikut karena kita semua hobi mie ayam. Fyi, mie ayam cekernya Bagus nih juara!

Pas udah rapi tau2x handphone gw getar, di layar ada tulisan "F7++ PeeWee" (sumpah gw berasa ababil nyimpen nama sahabat gw kayak gitu, tp yawdalah ya). PeeWee nih namanya sebenernya Widy. Gw girang banget karena udah lama dia ga nelvon dan setau gw dia lagi dipingit emak bapaknya di Bali. Langsung lah gw angkat dengan nada riang, tapi tau2x dia bilang hal yang bikin gw gemeteran:

W: Pang, Bapaknya Cha2x meninggal?
Me: Apaan sih loe wid, gw kmaren br main ke rumahnya dan pulang jam 1 pagi dan saat itu gw masih cium tangan si om dan ngeliat Beliau tidur (karena gw lagi internetan ma Cha2x di kamar yg sama dmn Ayahnya tidur)
W: Sumpah ini siapa yang becanda sih!!
Me: Coba gw telvon rmhnya ya pee..

Yawda gw telvon ke rmhnya Cha2x (hapenya ga bisa dihubungin) dan ternyata benar kalo Om Agus udah ga ada. Ga ngerti gw rasanya gmn, sumpah kayak mimpi. Baru beberapa jam yang lalu gw liat dan nyapa Om Agus dan tau2x Beliau udah pergi. Langsung lah gw dan genk (F7++) ke rumahnya Cha2x.

Ga ada sama sekali air mata yang gw liat dari Cha2x dan keluarga. Ga tau kenapa hal ini malah bikin gw pengen nangis (bahkan saat gw nulis ini mata gw berkaca2x). Hal ini karena sekitar 3 bulan yang lalu, pria paling hebat yg gw punya seumur hidup which is Papa gw telah berpulang. Emang saat tau Beliau meninggal, gw ga nangis sama sekali. Tapi abis itu gw nangis sampe susah napas. Jadi sedikit banyak gw tau apa yang Cha2x dan keluarga rasain (tanpa bermaksud bisa ngerasain apa yang orang rasain ya).

Dan baru 3 hari yang lalu gw main ke rumah Cha2x, gw liat di situ nyokapnya nangis. Terus ga sengaja gw main ke blog nya dia, di situ ada 3 tulisan tentang Ayah. Cha2x atau Dwi Siti Aisyah ini adalah pelawak sejati, dia bisa bikin orang2x ketawa saat lagi ada kumpul2x. Dia selalu ceria (kecuali klo lagi laper ma ngantuk, dia berubah jadi orang yang menyebalkan) dan dia jarang banget nunjukkin klo dia lagi sedih. Lagi2x, ini yang bikin gw sedih saat baca blognya.




Terus langsung gw sms dan dia jawab:

"Aku masih sulit banget punk untuk ga nangis kalo uda malem"

Sumpah ga tau mau ngomong apa, karena sampe sekarang pun gw suka masih sedih klo inget Alm Papa. Tapi yang harus loe yakin Cha, Alm Om Agus pasti udah bahagia di sana dan Beliau ga pengen liat anak tersayangnya selalu bersedih.

8.17.2010

Cinta Mati Untuk Hidup

It's a 2 months ago story actually, but really hope it gives you some inspirations.

Have you watch Toy Story 3?
I've already watched it 2 months ago with MK.
I'm not watch the 1st and 2nd movie yet, but it's a great movie still.
It's very funny yet touchy movie.

Mm, have you know that I'm kind of short story freak?
Or you can say "penggila cerpen" in Bahasa..
I just read a short story in Kompas Newspaper.
The title is Solilokui Bunga Kemboja (Author: Cicilia Oday).
The story is really sad.
You can read also in:
Solilokui Bunga Kemboja

Suddenly I found similarity between the movie and short story,
Yes they're talking about "things" who show love to human.

Sometimes we consider those "things" as objects and do not have any mind.
We usually treat them improperly and care with them only when we need.
We never think that maybe they feel painful as the impact of our deed.
As the result, we never love them with our heart although they did to us.

Well inpired by two stories above,
I want to spill my mind into a short scratch entitled:
"Cinta Mati Untuk Hidup"
Gelap dan kelam seakan menjadi gelarku,
Dingin dan sunyilah yang sebenarnya sering kurasakan,
Terkadang aku merasa ini semua adalah misteri,
Mereka selalu memanggilku Mati.

Aku seringkali menangis dan tertawa di waktu yang sama,
Harapan dan kecewa tak pernah lepas dariku,
Berbagai fase berbeda seakan menjadi gambaranku,
Mereka selalu memanggilku Hidup.

Kala Hidup telah diciptakan dan diberikan anugerah,
Dia dapat memilih sesukanya akan arah tujuannya,
Seringkali dia memilih manisnya sebuah kesalahan,
Dan tidak mengacuhkan pahitnya sebuah kebenaran.
Dia benci dengan Mati dan berusaha keras menghindarinya.

Lain halnya dengan Mati,
Dia tidak bisa menentukan arah tujuannya,
Semua yang dia dapatkan adalah akibat dari tarian Hidup,
Terkadang dia benci pada Hidup,
Namun cintanya terlalu besar kepada Hidup.

Mati memang telah mencintai Hidup dalam sunyi dunianya,
Satu-satunya yang dia inginkan adalah mendapat balas dari Hidup,
Dia selalu mencoba untuk mencari Hidup,
Tak perduli siang atau malam, panas atau dingin.
Hal pertama yang akan dia lakukan saat bertemu Hidup adalah menciumnya.

Mati terus merengkuh langkah untuk menemukan Hidup,
Akhirnya dia melihat diujung ranjang yang putih,
Hidup sedang berbaring memejamkan matanya,
Dadanya naik turun dengan irama yang tak harmonis,
Mati rasanya ingin meledak karena bahagia.

Mati lantas berlari menghampiri Hidup,
Dengan penuh cinta dia mengecup bibir Hidup,
Tak ada balasan dalam ciuman itu,
Mati lalu memandangi Hidup dengan tanya,
Dada Hidup tak lagi bergerak.

Mati pergi dengan asa yang hampir putus,
Namun dia tak akan pernah menyerah,
Dia akan terus mencari dan mencium Hidup,
Hingga Hidup membalas ciuman cintanya,
Cinta mati untuk Hidup yang tidak pernah berbalas.

5:27 PM 6/20/2010

*Love Picture (Source): Click here

1.24.2010

"Tiga Kisah"

Another scratch that i made. It's kind of sad story between rainbow, rain, and sun in earth overview. Yes, still related to love.. :)













Dalam senja umurnya,
Bumi tak pernah lelah untuk terus berputar,
Melihat berbagai fenomena yang membuatnya tersenyum,
Namun seringkali membuatnya tertunduk sedih.

Kala sang bumi sedih,
Langitpun menjadi harapannya,
Jarak yang begitu jauh membuat bumi sadar bahwa langit tak pernah akan bisa tergapai olehnya,
Entah itu dalam hitungan tahun ataupun abad,
Karena memang mereka ditakdirkan untuk tak bersama,
Melainkan saling melengkapi dan memandang satu sama lain.

Saat sang bumi telah merelakan hubungan yang tak bersatu itu,
Ia tetap senantiasa melihat kepada langit,
Hingga menyadari bahwa terdapat kisah yang lebih menyayat daripada kisahnya dengan sang langit,
Kisah yang terjadi antara para sahabat lamanya,
Dan akhirnya sang bumi pun bersenandung..

Pelangi yang cantik dengan lekuk tubuhnya yang terbalut warna,
Selalu datang setelah hujan pergi,
Menyambut sang mentari dengan penuh gairah.

Sayangnya warna indah sang pelangi tersamar akan terangnya sang mentari,
Yang gagah perkasa memancarkan auranya,
Hingga sang mentari tak pernah menyadari akan sambut cinta sang pelangi.

Sedangkan hujan yang damai dan sejuk selalu menangis karena rindunya kepada sang pelangi,
Yang tak pernah terlihat saat hujan datang.

Pelangi, hujan, dan mentari bagaikan tiga kisah yang tak pernah selesai,
Namun mereka selalu memberikan indahnya kepada diriku.

Ya, diriku yang selalu melihat kisah miris mereka.

-Malang, 240110-
*Picture: http://katherinedavis.deviantart.com/art/Rainbow-117055129

1.23.2010

"Sang Darah"













Manusia...
Tercipta dari segumpal darah dan setetes air mani,
Berjalan dalam suatu proses rumit,
Dimana hanya Dia yang mampu melakukannya.

Segumpal darah akan terus tumbuh,
Berkembang layaknya pohon yang kokoh,
Mengalir layaknya kotoran dalam pipa-pipa,
Ya... Darah akan tetap menjadi darah.

Darah yang semula suci dan merah,
Akan berubah menjadi hitam dan pekat,
Diracuni oleh segala kebusukan manusia,
Hingga busuk layaknya nanah yang berbau menusuk.

Begitulah saat diri ini meracuni darah,
Dengan pikiran dan hati yang terlalu hina,
Dan melihat segala sesuatunya dalam kacamata negatif,
Tanpa daya serta upaya untuk mengobatinya.

Segumpal darah ini telah hilang kesuciannya,
Iri, ingkar, dan amarah menjadi teman sang darah,
Perlahan namun pasti,
Segala rasa itu akan membunuh sang darah.

Manusia yang senantiasa berdarah,
Pada akhirnya akan mati,
Namun mereka mempunyai pilihan,
Apakah akan meracuni sang darah atau
Mengobati sang darah hingga menjadi suci kembali.

-Malang, 220110-

*Picture: http://curi0us-blasphemy.deviantart.com/art/Blood-and-Water-64221637