Another old scratch..
Bodoh
Aku adalah pemain baru dalam bidang ini,
Bidang yang kurasa bukanlah ranahku sejak dulu,
Namun aku tak tahan lagi untuk menjamahnya,
Dan saat itulah segalanya bermula..
Bodoh,
Kala diriku terjun dalam kolam tak berdaya,
Bertelanjang dan melepas segala pelindung yang abstrak,
Hingga terhenti dalam jejak langkahku,
Mencari jawab atas semua tanya yang meradang..
Mereka lalu berteriak pada diriku dalam ganjilnya bahasa,
Bahasa yang tak pernah kudengar dari guru-guruku,
Ataupun saat ayah dan bundaku bercerita tentang negeri khayalan,
Suatu pola kalimat yang asing bagi telingaku yang...
Bodoh.
Tak tahan dengan segalanya,
Aku memutuskan untuk berdiskusi pada mereka,
Mata, lidah, kulit, telinga, dan bahkan hidung duduk pada satu meja,
Saat itulah otakku menjadi penengah untuk segala pro dan kontra,
Hingga bodoh menjadi pintar pada waktunya.
-Pamungkas, 050709, 5:39 PM
5.22.2013
5.21.2013
Day 10
It consist of two different numbers.
They're completing each other.
They become one certain number.
Could it be happen to us?
They're completing each other.
They become one certain number.
Could it be happen to us?
5.20.2013
Day 8 & Day 9
Day 8
The number is infinite symbol.
May this symbol is a good sign for us.
Day 9
I saw the notification in my twitter timeline.
It's my inner circle.
And only you in my inner circle.
Too bad you just tweeted in order to greet your friend's wedding.
Well, I was so thirsty just to know anything about you.
The number is infinite symbol.
May this symbol is a good sign for us.
Day 9
I saw the notification in my twitter timeline.
It's my inner circle.
And only you in my inner circle.
Too bad you just tweeted in order to greet your friend's wedding.
Well, I was so thirsty just to know anything about you.
5.18.2013
Rasa
Just re-open my old scratch book and got some old notes :)
Pernah aku menginginkan mempunyai sebuah rasa,
Rasa dimana aku dapat membaginya kepada mereka,
Hingga kuhabiskan suatu masa untuk mencarinya,
Dan kuputuskan untuk mengakhirinya...
Aku yakin bahwa rasa bukanlah milikku,
Namun dia menyapa dalam buaiannya yang indah,
Kepada hati yang telah tertutup salju,
Sebelum aku dapat berlari dan enyah...
Dia melukis warna pada dunia hitam-putihku,
Yang membuat diriku serba salah,
Salah akan arti dari sebuah cerah dan kelabu,
Sampai aku sesak dan tak tahu arah...
Terima kasih rasa atas segalanya,
Kau telah membuat arti pada diri ini,
Mungkin aku akan kembali mengunci hati dan raga,
Tapi sebelumnya akan kusimpan kau di tempat terindah,
Dimana aku dapat menyentuhmu walau tak bisa merasakannya...
-Pamungkas, 19 May 2009-
Rasa dimana aku dapat membaginya kepada mereka,
Hingga kuhabiskan suatu masa untuk mencarinya,
Dan kuputuskan untuk mengakhirinya...
Aku yakin bahwa rasa bukanlah milikku,
Namun dia menyapa dalam buaiannya yang indah,
Kepada hati yang telah tertutup salju,
Sebelum aku dapat berlari dan enyah...
Dia melukis warna pada dunia hitam-putihku,
Yang membuat diriku serba salah,
Salah akan arti dari sebuah cerah dan kelabu,
Sampai aku sesak dan tak tahu arah...
Terima kasih rasa atas segalanya,
Kau telah membuat arti pada diri ini,
Mungkin aku akan kembali mengunci hati dan raga,
Tapi sebelumnya akan kusimpan kau di tempat terindah,
Dimana aku dapat menyentuhmu walau tak bisa merasakannya...
-Pamungkas, 19 May 2009-
Day 7
Been a week.
I laugh. I smile.
Only with my lips.
Don't ask about my heart and my mind.
Because they will never be the same after that day.
I laugh. I smile.
Only with my lips.
Don't ask about my heart and my mind.
Because they will never be the same after that day.
Subscribe to:
Posts (Atom)


